Cetak Biru Sektor Jasa

18 April 2018

Kerangka pikir penyusunan roadmap sektor jasa disiapkan sejalan dengan sembilan strategi pembangunan perdagangan luar negeri sebagaimana diatur dalam Perpres RI No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Oleh karena itu, mempertimbangkan strategi pengembangan perdagangan jasa sebagaimana tertuang pada Perpres RI No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 tersebut, maka disusunlah kerangka pikir penyusunan roadmap perdagangan jasa dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas ekspor


Jasa memiliki peran yang sangat penting dalam agenda nawacita dan Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Berdasarkan RPJMN (2015-2019), sektor jasa prioritas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: 

i. jasa pendorong ekspor nonmigas (jasa transportasi, jasa pariwisata, dan jasa konstruksi);  

ii. jasa yang mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas ekonomi (jasa logistik, jasa distribusi); dan 

iii. jasa yang mendukung fasilitasi perdagangan (jasa keuangan: bank dan asuransi).


Pemetaan sektor/subsektor jasa nasional dan/atau klasifikasi WTO menjadi lima kelompok, yaitu:

  1. Jasa sebagai pendorong ekspor non-migas (Jasa Konstruksi, Jasa Pariwisata, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan, Jasa Transportasi, Jasa Distribusi, Jasa Komunikasi);
  2. Jasa sebagai peningkat efisiensi dan produktivitas ekonomi (Jasa Transportasi, Jasa Energi, Jasa Lingkungan, Jasa Distribusi, Jasa Keuangan, Jasa Pendidikan (Lembaga kursus, Pendidikan vokasi dan Pendidikan menengah);
  3. Jasa sebagai peningkat fasilitasi perdagangan (Jasa Keuangan dan Jasa Komunikasi); serta
  4. Jasa sebagai pencipta lapangan kerja (Jasa Distribusi, Jasa Bisnis, Jasa Rekreasi Olahraga Budaya, Jasa Pariwisata);
  5. Sektor jasa sensitif yang secara alami harus diproteksi (Jasa Pendidikan :  Jasa Pendidikan Dasar).