EFTA

6 April 2019

                                                                      


INDONESIA – EFTA 

COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IE-CEPA)


LATAR BELAKANG
Perundingan Indonesia-EFTA CEPA diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Swiss, Doris Leuthard (mewakili EFTA) pada 7 Juli 2010. Setelah berlangsung selama 9 putaran, perundingan dihentikan sementara pada tahun 2014 karena proses pergantian pemerintahan di Indonesia. Pada 2016, kedua pihak sepakat melanjutkan kembali perundingan.

CAKUPAN I-E CEPA
Perundingan IE-CEPA membahas berbagai elemen pokok yang mencakup: Trade in Goods (termasuk Rules of Origin, Customs Issues, Trade Facilitation, Sanitary and Phytosanitary, dan Trade Remedies); Trade in Services; Investment; Intellectual Property Rights; Cooperation and Capacity Building (CCB); Trade and Sustainable Development; Government Procurement, dan General, Institutional, Final Provisions, and Dispute Settlement. 

CHIEF NEGOTIATOR 
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Kelompok Perunding Indonesia, Duta Besar Soemadi DM Brotodiningrat, sementara Spokesperson untuk Delegasi EFTA adalah Duta Besar Markus Schlagenhof. 

PERKEMBANGAN PERUNDINGAN
  1. Wrap-Up Meeting perundingan  IE-CEPA telah dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober – 1 November 2018 di Bali.
  2. Kedua pihak telah berhasil menyelesaikan perundingan IE-CEPA secara substansial pada pertemuan ini. 
  3. Indonesia dan EFTA akan melakukan Joint Announcement melalui penandatanganan Joint Statement di sela-sela EFTA Ministerial Meeting yang akan diselenggarakan tanggal 23 November 2018 di Jenewa, Swiss. 
  4. Kedua pihak telah melakukan penandatangan perjanjian IE-CEPA pada 16 Desember 2018 di Jakarta.


KEUNTUNGAN / MANFAAT I-E CEPA

1. Manfaat yang akan diperoleh Indonesia dari IE-CEPA : 

a. Perdagangan Barang:

- Peningkatan akses pasar melalui skema preferensi untuk produk perikanan, industri, pertanian (termasuk kelapa sawit) dan lain sebagainya. Produk unggulan RI yang mendapatkan preferensi, antara lain: emas, alas kaki, kopi, mainan, tekstil, furniture, peralatan listrik, sepeda, furniture, ban.

- Penghapusan tarif yang akan diperoleh Indonesia sebagai berikut:

  • Swiss dan Liechtenstein berkomitmen atas penghapusan tarif sebesar 81,74% dari total pos tarif yang mencakup 99,65% dari total impor Swiss dari Indonesia.
  • Norwegia berkomitmen atas penghapusan tarif sebesar 91,04% dari total pos tarif yang mencakup 99,75% dari total impor Norwegia dari