RCEP

30 May 2018

Pendahuluan

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, memiliki hubungan perdagangan dan ekonomi yang berkembang satu sama lain melalui perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara di kawasan Asia Timur. Saat ini, ASEAN sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan enam mitra yaitu Republik Rakyat Tiongkok (ACFTA), Republik Korea (AKFTA), Jepang (AJCEP), India (AIFTA) serta Australia dan Selandia Baru (AANZFTA ).

RCEP yang terdiri dari 16 negara (10 Negara Anggota ASEAN dan 6 Negara mitra FTA ASEAN), diinisiasi oleh Indonesia pada saat menjadi Ketua ASEAN tahun 2011 untuk mengurangi tumpah tindih diantara FTAs yang saat ini, menghindari adanya “confusing noodle bowl” dari berbagai FTAs yang ada, serta mengkonsolidasikan ASEAN + 1 FTA. RCEP dibentuk dengan tujuan membentuk persetujuan yang modern, comprehensive, high-quality and mutually beneficial economic partnership antara Negara Anggota ASEAN dan Negara Mitra ASEAN. 

Tahun 2012 disela-sela KTT ASEAN ke-21 dan KTT Terkait Lainnya, para Kepala Negara/Pemerintahan mengesahkan the Guiding Principles and Objectives for Negotiating RCEP dan mengumumkan dimulainnya perundingan pada awal tahun 2013.  Indonesia ditunjuk sebagai country coordinator RCEP dan menjadi chair of Trade Negotiating Committee (TNC)-RCEP.  Awalnya RCEP ditargetkan untuk dapat diselesaikan pada tahun 2015, namun sampai sampai saat ini Perundingan RCEP masih berjalan. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan para Kepala Negara RCEP saat KTT RCEP ke-1 di tahun 2017, diputuskan bahwa Perundingan RCEP harus diupayakan dapat diselesaikan pada tahun 2018.


Cakupan Perundingan

Perundingan RCEP meliputi 9 Working Groups (WGs), antara lain WG perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerjasama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM) dan Pengadaan Barang. Selain itu RCEP mempunyai 5 Sub Working Group (SWGs)  dibawah WG Perdagangan Barang, yaitu SWG ROO, SWG-CPTF, SWG-STRACAP, SWG-SPS, dan SWG-TR. RCEP juga mempunyai 2 SWGs dibawah WG Perdagangan Jasa yaitu SWG-Financial dan SWG-Telecom.


Manfaat RCEP untuk Dunia Usaha

RCEP memiliki potensi untuk memberikan peluang yang signifikan untuk bisnis di kawasan Asia Timur dan menciptkan “The World’s Largest Trading Bloc” mengingat fakta bahwa 16 negara peserta RCEP mencapai hampir setengah dari populasi dunia; berkontribusi sekitar 30 persen dari PDB global; menciptakan 29% dari total perdagangan dunia dan 26% dari arus FDI Dunia. Selain itu RCEP dapat mendorong peningkatan daya saing, jaringan produksi global dan mempromosikan rantai pasok regional, melalui peningkatan akses pasar, peningkatan komitmen dengan mitra wicara ASEAN, pengurangan atau penghapusan hambatan perdagangan, serta peningkatan transfer teknologi.