INDONESIA-MALAYSIA-THAILAND GROWTH TRIANGLE (IMT-GT)

16 May 2018
Forum kerja sama IMT-GT dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-1 pada 20 Juli 1993 yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi serta memperkecil kesenjangan ekonomi daerah perbatasan antar negara. Kerjasama ini mencakup 32 (tiga puluh dua) provinsi yang tersebar di tiga negara anggota, di Indonesia meliputi 10 (sepuluh) provinsi, yaitu: Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka-Belitung, dan Lampung. Untuk mencapai tujuan pembentukan kerjasama IMT-GT, maka dibentuk 6 (enam) Working Group, yaitu: (i) WG on Human Resource Development; (ii) WG on Agriculture, Agro-based Industry, and Environment; (ii) WG on Trade and Investment; (iv) WG on Infrastructure and Transportation; (v) WG on Tourism; dan (vi) WG on Halal Products and Services.

Kementerian Perdagangan c.q. Direktorat Perundingan ASEAN sebagai focal point pada WG on Trade and Investment (WGTI), membawahi 2 (dua) Sub Working Group: a) Customs, Immigration, and Quarantine Task Force (CIQ-TF), dan b) IMT-GT Trade, Investment, and Tourism Database Task-Force melakukan kerjasama dengan Kementerian / Lembaga terkait dan Pemerintah dan Pelaku Usaha di Daerah dalam membahas usulan proyek kerja sama Sub Regional. Untuk mendukung pelaksanaan proyek dan kegiatan selama 5 tahun ke depan, Kepala negara dari ketiga negara telah menyepakati IMT-GT Vision 2036 dan IB 2017-2021 yang disusun menggunakan metode bottom up dengan visi “Menjadikan kawasan IMT-GT sebagai kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif dan berkelanjutan pada tahun 2036” dan memfokuskan kerja sama selama 20 tahun ke depan di sektor pariwisata, pertanian, serta Produk & Jasa Halal.

Daftar Dokumen

Navigasi