BIMP - EAGA

30 May 2018
BIMP-EAGA dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-1 di Davao, Filipina tanggal 26 Maret 1994 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan. Untuk wilayah Indonesia kerja sama ini mencakup 15 (Lima belas) provinsi di bagian Timur, yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Dalam BIMP-EAGA terdapat 8 (delapan) Clusters, yaitu: 1) Transport Cluster, 2) Information and Communication Technology Cluster, 3) Power Energy Infrastructure Cluster, 4) Agri-Business Cluster, 5) Tourism Cluster, 6) Environment Cluster, 7) Socio-Cultural and Education Cluster, 8) Trade and Investment Facilitation Cluster (TIFC).

Kementerian Perdagangan c.q. Direktorat Perundingan ASEAN sebagai focal point untuk Trade and Investment Facilitation Cluster (TIFC) yang membawahi 3 (tiga) Working Group, yaitu: i) Small and Medium Enterprises Development (SMED) Working Group: BIMP-EAGA SME Directory dan BIMP-EAGA Corridor Investment Profiling Project; ii) Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) Working Group: One Borneo SPS System; dan iii) Statistic Working Group.

BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025 sebagai pedoman kerjasama BIMP EAGA sampai tahun 2025 memiliki visi Resilient, Inclusive, Sustainable and Economically Competitive (RISE) yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antar kawasan dalam lingkup kerja sama BIMP EAGA. Untuk mencapai visi tersebut, maka ditetapkan 3 (tiga) sasaran utama, yaitu: i) Industri ramah lingkungan, ii) pertanian dan perikanan, dan iii) pariwisata. BEV 2025 disusun secara komprehensif dengan pendekatan bottom up melalui proses konsultasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha daerah yang mempunyai sasaran, manfaat dan strategi prioritas secara terpisah menurut sektor masing-masing. 5 (lima) Pilar Strategis pada kerja sama BIMP-EAGA yang menjadi target pembangunan utama, yaitu:  (1) Food Basket, (2) Connectivity, (3) Tourism, (4) Environment dan (5) Socio-cultural education.

Daftar Dokumen