ASEAN + 3

30 May 2018

Pendahuluan

ASEAN Plus Three (APT) dimulai pada tahun 1997 pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara para Pemimpin ASEAN, Cina, Jepang dan Republik Korea, untuk memperkuat dan memperdalam kerja sama Asia Timur. Cakupan kerjasama meliputi berbagai bidang ekonomi termasuk keuangan, pariwisata, pertanian, kehutanan, energi, mineral, dan usaha kecil dan menengah. 

Pada Pertemuan KTT APT ke-11, November 2007 telah mengesahkan ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan (2007-2017) yang memberikan panduan strategis untuk arah masa depan kerjasama APT. The ASEAN Plus Three Cooperation Fund (APTCF) secara resmi diluncurkan pada Juli 2008 untuk memfasilitasi pelaksanaan tersebut.


Perkembangan

Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APT ke-13 tahun 2010, menyepakati untuk mendirikan East Asia Vision Group II (EAVG II) untuk stock-take dan merekomendasikan arah masa depan untuk kerjasama APT.  Hal-hal yang sudah dilakukan dalam kerjasama APT, antara lain:

  • Melaksanakan rekomedasi EAVG II
  • Mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
  • Membuat proposal proyek penelitian bersama “10+3 Cooperation for Improvement of Supply Chain Connectivity (SCC)”, untuk memberikan masukan untuk peningkatan SCC dari negara-negara 10+3, melalui survey dan riset yang dilakukan oleh 1 research institute dari ASEAN dan 3 research institute dari CJK dan dikoordinasikan oleh ASSEC dan Trilateral Cooperation Secretariat (TCS).
  • Mengadakan dialog dengan stakeholder


Dalam rangka memperkuat kerja sama ASEAN Plus 3 di pilar ekonomi, setiap 5 (lima) tahun sekali dibuat APT Workplan sebagai panduan utama untuk meningkatkan kerjasama APT selama lima tahun ke depan untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam membangun kawasan Asia Timur. Pada KTT APT ke-20, November tahun 2017 telah disahkan APT Workplan 2018-2022.