survei

Bangladesh

28 April 2022

     


INDONESIA-BANGLADESH PREFERENTIAL TRADE AGREEMENT (IB-PTA)


LATAR BELAKANG

Pertemuan Pendahuluan (Preliminary Meeting) Indonesia-Bangladesh PTA telah dilaksanakan di Jakarta pada 17 Januari 2018 dan secara resmi perundingan Indonesia-Bangladesh PTA (IB-PTA) diluncurkan di Dhaka pada 28 Januari 2018 di sela-sela Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Bangladesh. Kedua negara telah menyepakati Terms of Reference (ToR) pada November 2018 dan telah menyelenggarakan pertemuan pertama TNC IB-PTA pada 27 Februari 2019 di Dhaka, Bangladesh.


CAKUPAN

Cakupan dalam perjanjian IB PTA hanya meliputi Perdagangan Barang (Trade in Goods).


PERKEMBANGAN

  1. Pada kunjungan Presiden RI ke Bangladesh 28 Januari 2018, kedua Menteri Perdagangan menandatangani Joint Ministerial Statement on the Launching of the Negotiations for Indonesia-Bangladesh PTA menandai dimulainya proses perundingan PTA.
  2. Indonesia dan Bangladesh telah melaksanakan Perundingan Pertama Trade Negotiating Committee (TNC) Indonesia-Bangladesh PTA pada tanggal 27 Februari 2019 di Dhaka, Bangladesh dan menyepakati timeline dan workplan perundingan IB PTA.
  3. Pertemuan Kedua TNC IB-PTA telah dilaksanakan pada 22-23 Juli 2019 di Bali, Indonesia. Delegasi Indonesia dan Bangladesh berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam pembahasan teks Perjanjian IB-PTA. Kedua delegasi juga memulai pembahasan untuk draft text Rules of Origin sebagai annex Perjanjian pada Pertemuan kedua TNC ini. Terkait akses pasar, Indonesia dan Bangladesh berhasil menyepakati jadwal pertukaran daftar request/offer dan tanggapan atas modalitas penurunan tarif yang diusulkan Indonesia.
  4. Pertemuan ketiga TNC IB-PTA dilaksanakan secara daring pada 21-22 Oktober 2020. Kedua pihak menyepakati beberapa pasal dalam teks perjanjian yang belum disepakati pada pertemuan kedua IB-PTA. Selain itu, kedua pihak juga membahas tindak lanjut dari isu akses pasar IB-PTA yang terkendala karena adanya ketidakseimbangan offer kedua negara. 
  5. Untuk mempercepat penyelesaian perundingan, kedua negara juga telah melaksanakan pertemuan intersesi Working Group ROO pada 11 November 2020 dan pertemuan intersesi Working Group Trade in Goods (WGTIG) pada 16 November 2020 (keduanya secara daring).


CHIEF NEGOTIATORS DAN TARGET PENYELESAIAN PERUNDINGAN

  1. Perundingan TNC IB-PTA dipimpin oleh Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan untuk Indonesia dan Additional Secretary (Head of FTA Wing) of the Ministry of Commerce of Bangladesh untuk Bangladesh. 
  2. Perundingan IB-PTA ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2022.

MANFAAT IB-PTA BAGI INDONESIA

Meningkatkan ekspor dan daya saing produk Indonesia di pasar Bangladesh dengan adanya pengurangan tarif di Bangladesh yang masih tinggi yang menjadi salah satu hambatan bagi eksportir Indonesia.