survei

The 7th ASEAN Qualification Reference Framework Committee Meeting and Workshop

29 October 2019

Yogyakarta, 29 Oktober 2019 – Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI menyelenggarakan sidang The 7th ASEAN Qualifications Reference Framework (AQRF) Committee Meeting di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 28-30 Oktober 2019. Sidang ini dihadiri oleh sepuluh perwakilan negara-negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Laos, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Hadir sebagai reviewer dalam Sidang ini adalah Prof. Maria Slowey dari Uni Eropa serta observer dari Australia dan EU ARISE.

Indonesia bersama negara-negara anggota ASEAN secara aktif melakukan proses persamaan kualifikasi dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di ASEAN. Salah satu agenda Pertemuan AQRF Ke-7 ini adalah membahas dan mereview referencing report yang telah disampaikan oleh Indonesia secara resmi ke ASEAN pada Agustus 2019.   

AQRF dibentuk berdasarkan pada kesepahaman yang disepakati antara AMS dan dilakukan secara sukarela tanpa memerlukan perubahan pada Sistem Kualifikasi Nasional/National Qualifications Systems (NQS). AQRF menghormati struktur dan proses spesifik antara AMS untuk mempertahankan kebijakan/keputusan mereka terhadap prioritas nasional. 

AQRF disahkan oleh Menteri Ekonomi ASEAN/ASEAN Economic Ministers (AEM), Menteri Pendidikan ASEAN/ASEAN Education Ministers (ASED) dan Menteri Tenaga Kerja ASEAN/ASEAN Labour Ministers (ALMM) melalui ad-referendum dari bulan November 2014 hingga Mei 2015. Selanjutnya, dokumen Tata Kelola dan Struktur AQRF disahkan oleh ALMM dan ASED pada bulan Mei 2016, serta AEM pada bulan Agustus 2016, dan memberikan dasar pembentukan Komite AQRF untuk mengimplementasikan AQRF. Kementerian Perdagangan sebagai salah satu anggota Komite AQRF berperan aktif dalam penyusunan Indonesia Referencing Report dalam proses penyandingan referensi kualifikasi dengan AQRF.  

Proses penyamaan dan penyetaraan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) kepada AQRF merupakan hal yang penting dilakukan untuk proses perjanjian penyetaraan antara tenaga kerja di tingkat ASEAN. Hal ini ditujukan agar perpindahan tenaga kerja professional di bidang jasa serta kolaborasi antar negara ASEAN akan semakin mudah, khususnya dalam rangka menghadapi persaingan tenaga kerja global. AQRF memiliki delapan tingkat kualifikasi yang merupakan hasil pembelajaran berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan, serta aplikasi dan tanggung jawab. Adapun KKNI Indonesia memiliki sembilan tingkat kualifikasi sehingga perlu disandingkan dengan level kualifikasi yang terdapat di AQRF agar nantinya dapat disetarakan dan diakui oleh ASEAN.