survei

IK-CEPA: Langkah Strategis Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Korea ke Tahap yang Lebih Tinggi

8 December 2021

IK-CEPA: Langkah Strategis Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Korea ke Tahap yang Lebih Tinggi

Surabaya,  7  Desember  2021 –Wakil  Menteri  Perdagangan  Jerry  Sambuaga  menjelaskan, Persetujuan  Kemitraan  Ekonomi  Komprehensif  Indonesia  dan  Korea  (Indonesia–Korea Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement/IK-CEPA)  merupakan  sebuah  perjanjian penting  dan  sangat  bermanfaat  bagi  keduanegara.  IK-CEPA  merupakan  suatu  bentuk komitmen  pemimpin  kedua  negara  yang  sepakat  untuk  meningkatkan  status  kemitraan menjadi “special strategic partnership”.

Hal  tersebut  disampaikan  Wamendag  dalam  acara  Sosialisasi  Hasil-Hasil  Perundingan Perdagangan  Internasional  IK-CEPA  yang  dilaksanakan  secara  hibrida  di  Surabaya,  Jawa Timur, Selasa (7/12).

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta ini menghadirkan narasumber anggota Komisi VI DPR RI  M.  Nasim  Khan,  Plh  Sekretaris  Daerah  Provinsi  Jawa  Timur  Heru  Tjahjono,  Sekretaris Direktorat    Jenderal    Perundingan    Perdagangan    Internasional    Ari    Satria,    Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi   Jawa   Timur   Drajat   Irawan,   serta   Ketua   Komite   Tetap   Bidang   Perdagangan Internasional  dan  Promosi  Ekspor  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Jawa  Timur  Wahyu Kusumo  Hadi.  Bertindak  sebagai  moderator  Staf  Ahli  Bidang  Hubungan  Internasional Arlinda.

“Dengan IK-CEPA,  kedua  negara  sepakat  untuk  mendorong  hubungannya  ke  tataran  yang lebih  tinggi  dalam  aspek  industri,  infrastruktur,  ketenagakerjaan  dan  tentunya  ekonomi dan perdagangan,”jelas Wamendag.

Menurut  Wamendag,  IK-CEPA  menyediakan  kerangka  kelembagaan  yang  komprehensif bagi  kerja  sama  bilateral. “Dengan cakupan komprehensif dan pembukaan peluang pasar yang  lebih  baik,  IK-CEPA  akan  hadir  sebagai  peluang  baru  bagi  pertumbuhan  ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara,”terangnya.

Selanjutnya,   Wamendag   menjelaskan,   melalui   IK-CEPA,   Indonesia   dan   Korea   Selatan masing-masing  memberikan  penambahan  komitmen  pembukaan  pasar  barang  yang  lebih baik  dari  yang  ditawarkan  dalam ASEAN-Korea  Free  Trade  Area  (AKFTA).  Komitmen  Korea Selatan  tersebut  menandai  adanya  akses  yang  lebih  luas  dan  istimewa  ke  pasar  Korea Selatan, baik bagi perusahaan besar maupun usaha kecil dan menengah (UKM).

Pada investasi, kedua negara berkomitmen membuka peluang peningkatan investasi Korea Selatan  di  Indonesia,  yang  pada  akhirnya  akan  memberikan  dampak  positif  terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain itu, Indonesia juga memberikan fasilitas berupa preferensi tambahan   untuk   104   pos   tarif   bahan   baku   yang   diperlukan   Korea   Selatan   untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam IK-CEPA, kedua pihak juga berkomitmen melakukan kerja sama ekonomi di berbagai bidang,   antara   lain   industri;   pertanian,   perikanan,   kehutanan;   aturan   dan   prosedur perdagangan;  infrastruktur;  teknologi  dan  inovasi;  budaya  dan  bidang  kreatif;  serta  UKM. “Melalui kerja sama ekonomi di IK-CEPA,  Indonesia  dapat  meminta  pendampingan  teknis (technical assistance), sharing best practicesmaupun pelatihan untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,”imbuh Wamendag.

Anggota  Komisi  VI  DPR  RI  Nasim  Khan  menyampaikan,  IK-CEPA  diharapkan  akan  menjadi tonggak  bersejarah  untuk  memperkuat  hubungan  yang  saling  menguntungkan  bagi  kedua negara.    Diharapkan    juga,    IK-CEPA    mampu    memberikan    dampak    nyata    terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia di masa pandemiini.

“Kami di Komisi VI DPR RI terus mengawal dan memantau sosialisasi ini agar dapat memberikan  keuntungan  kepada  masyarakat.  Karena  pada  akhirnya,  usaha  apapun  yang dilakukan pemerintah, tiada lain adalah untuk membawa kemakmuran rakyat Indonesia,”tegas Nasim.

Plh  Sekretaris  Daerah  Provinsi  Jawa  Timur  Heru  Tjahjono  menambahkan,  Pemerintah Provinsi  Jawa  Timur  sangat  mengapresiasi  atas  dipilihnya  Jawa  Timur  sebagai  tempat dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini. “Hal tersebut dikarenakan kegiatan inimerupakan instrumen  penting  untuk  meningkatkan  devisa  negara,  sekaligus  mendorong  penguatan pertumbuhan perekonomian Jawa Timur,”pungkasnya.

Direktur   Perundingan   BilateralNi   Made   Ayu   Marthini   juga   menekankan   pentingnya sosialisasi  yang  dilaksanakan  agar  para  pemangku  kepentingan  khususnya  dunia  usaha dapat    memahami    dan    memanfaatkan    peluang    IK-CEPA    yang    diharapkan    dapat diimplementasikan segera.

Total   perdagangan   Indonesia-Korea   Selatan   pada   periode   Januari—September   2021 tercatat sebesar USD 13,25 miliar atau meningkat 37,33 persen dibandingkan periode yang sama  tahun  sebelumnya.  Dari  nilai  tersebut,  ekspor  Indonesia  ke  Korea  Selatan  sebesar USD 6,44 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar USD 6,81 miliar.