Jasa Transportasi

18 April 2018
Jasa transportasi tidak berkaitan dengan isu-isu hard infrastructure, namun berkaitan dengan penyedia jasa yang menyediakan antara lain: jasa transportasi penumpang, barang, penyewaan, jasa pemeliharaan dan perbaikan dalam transportasi laut, perairan pedalaman, udara, luar angkasa, kereta api, jalan raya dan jaringan pipa, serta penyedia jasa yang menyediakan jasa pendukung tertentu seperti penanganan kargo serta penyimpanan dan pergudangan.
Transportasi menjadi bagian yang sangat penting dari rantai nilai (value chain) yang menghubungkan produsen dengan konsumen mereka. Jasa transportasi yang efisien menjadi penting, antara lain karena peningkatan biaya transportasi sebesar 10 persen mengurangi volume perdagangan sebesar 20 persen, dan inefisiensi pelabuhan sendiri mengurangi kira-kira setengah persen pertumbuhan PDB, serta menambah ‘jarak ekonomi’ 70 kilometer lebih jauh per harinya.
Tidak ada definisi logistik atau jasa logistik yang diterima secara universal. CPC Prov dan GATS Services Sectoral Classification List (dokumen MTN.GNS/W/120), dibuat masing masing pada tahun 1989 dan 1991, tidak memasukkan logistik, yang telah berkembang sejak saat itu, sebagai suatu sektor jasa yang berdiri sendiri. Namun, pada tahun 1991, the Council of Logistics Management merangkum definisi “logistik” sebagai “proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan arus dan penyimpanan bahan mentah, barang setengah jadi, barang jadi dan informasi terkait, secara efisien dan efektif dari segi biaya,dari titik asal (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) yang bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen”