Jasa Rekreasi, Budaya, & Olahraga

18 April 2018
       Berdasarkan klasifikasi WTO jasa Rekreasi, Olah Raga dan Budaya terdiri dari lima sub sektor, yaitu 
(1) jasa hiburan (termasuk jasa teater, pertunjukan band, dan sirkus profesional), 
(2) jasa berita agensi, 
(3) jasa perpustakaan, pengarsipan, museum dan jasa kultural lainnya, 
(4) jasa kegiatan olahraga dan jasa rekrasional lainnya, dan 
(5) jasa Rekreasi, Olah Raga dan Budaya lainnya.
Perkembangan industri pariwisata dunia menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Menurut World Tourism Organisation (WTO), industri pariwisata dunia diperkirakan akan terus tumbuh. Untuk menanggapi peluang pertumbuhan industri pariwisata dunia, pemerintah berupaya mengembangkan produk-produk pariwisata yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Di antaranya adalah industri rekreasi, budaya dan industri olahraga. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) telah menempatkan program wisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu produk wisata yang terus dikembangkan secara serius, bersinergi dengan berbagai instansi terkait seperti Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga),KONI (komite Olahraga Nasional Indonesia), dan federasi olahraga di seluruh tanah air. 
Indonesia memiliki peluang untuk mensinergikan industri budaya dan industri olahraga yang memiliki potensi untuk menjadi obyek dan daya tarik wisatawan. Terbukti dengan banyaknya sumber daya budaya dan olahraga yang unik yang mampu menarik minat wisatawan. Namun pengembangan secara sinergi antara ketiga bidang tersebut belum optimal. Oleh karenanya dalam rangka meningkatkan kinerja pariwisata nasional dibangun komitmen bersama untuk mengembangkan industri budaya dan olahraga secara sinergis. Bentuk dukungan diperlukan di semua level pelaku, meliputi pemerintah, swasta, serta masyarakat dan dalam tataran kebijakan maupun operasional baik di tingkat pusat atau daerah.