Jasa Pendidikan

18 April 2018
        Dalam perundingan jasa di forum mulatilateral (WTO), Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang diatur di GATS yang paling sedikit dipertimbangkan untuk dikomitmenkan liberalisasinya oleh negara anggota WTO pada perundingan putaran Uruguay. Sampai saat ini hanya 42 negara anggota WTO yang telah memberikan komitmennya pada paling tidak satu sub-sektor jasa pendidikan. Negara anggota WTO pada umumnya memilih untuk memberikan lebih banyak hambatan pada moda 3 dan 4 (commercial presence dan presence of natural persons) dibandingkan pada moda 1 dan 2 (cross-border supply dan consumption abroad). Terlebih lagi, negara anggota telah menetapkan lebih banyak hambatan pada perdagangan sektor pendidikan dasar dan menengah (yang dianggap sebagai tingkat pendidikan yang paling mendasar di banyak negara anggota OECD) dibandingkan dengan pendidikan tinggi dan dewasa serta pelatihan.
        Terkait dengan komitmen yang dibuat, sektor jasa pendidikan merupakan salah satu sektor yang memiliki tingkat komitmen yang paling rendah di GATS. Terdapat hambatan perdagangan pada keempat moda penyedia jasa. 
        Permintaan dunia akan jasa pendidikan meningkat secara bertahap dalam jangka panjang. Meningkatnya pendapatan global, kemajuan teknologi, pasar tenaga kerja yang lebih terbuka dan peningkatan migrasi internasional adalah penggerak utama pertumbuhan ini.Pertumbuhan Jasa Pendidikan Tinggi adalah yang paling nyata.
        WTO telah mengidentifikasi 4 mode penyediaan jasa pendidikan sebagai berikut: (1) Mode 1: Cross-border supply, institusi pendidikan tinggi luar negeri menawarkan kuliah-kuliah melalui internet dan on-line degree program; (2) Mode 2: Consumption abroad, adalah bentuk penyediaan jasa pendidikan tinggi yang paling dominan, mahasiswa belajar di perguruan tinggi luar negeri; (3) Mode 3: Commercial presence, atau kehadiran perguruan tinggi luar negeri dengan membentuk partnership, subsidiary, twinning arrangement dengan perguruan tinggi lokal dan (4) Mode 4: Presence of natural persons, dosen atau pengajar asing mengajar pada lembaga pendidikan lokal