Jasa Komunikasi

18 April 2018
     Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara hidup manusia, baik di lingkungan rumah, tempat kerja, sekolah atau di waktu luang. Internet dan perkembangan teknologi digital telah membuat dampak yang paling signifikan di bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam dekade terakhir. Komunikasi yang didukung oleh perkembangan internet telah memiliki peran penting dalam menghubungkan orang-orang. Hal ini memungkinkan orang di negara-negara di seluruh dunia untuk segera menghubungi satu sama lain melalui e-mail, chatting dan panggilan video. Komunikasi instan ini telah merevolusi bisnis dan kehidupan sosial.
World Trade Organization (WTO) telah memasukkan jasa komunikasi ke dalam salah satu daftar klasifikasi sektor jasa menurut dokumen nomor MTN.GNS/W/120 Tahun 1991. Pada dokumen yang bertajuk “Services Sectoral Classification List” tersebut, sektor jasa komunikasi mencakup jasa pos, jasa kurir, jasa audiovisual, jasa telekomunikasi serta jasa komunikasi lainnya. Merujuk pada Central Product Classification versi 2.0, subsektor jasa pos mencakup jasa pos yang berhubungan dengan surat-menyurat, paket dan layanan gerai yang berhubungan dengan benda pos (perangko, materai dan sebagainya). Berdasarkan klasifikasi yang sama, subsektor jasa kurir mencakup pengumpulan, transportasi, pengiriman surat/paket, menggunakan satu atau lebih moda transportasi baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri, selain yang diatur dalam Universal Service Obligation (USO). Sedangkan jasa motion picture, radio, televisi juga termasuk ke dalam jasa komunikasi, tepatnya subsektor jasa audiovisual.
Terakhir yaitu subsektor jasa telekomunikasi, terdiri dari jasa telepon suara, telex, telegraf, faksimili, surat elektronik, electronic data interchange (EDI), hingga on-line information. Subsektor jasa telekomunikasi memiliki posisi strategis dan memegang peranan penting untuk meningkatkan keunggulan bersaing antarnegara. Bank Dunia menyatakan bahwa bagi negara high income economies, peningkatan penetrasi pita lebar (broadband) di industri telekomunikasi sebesar 10 persen akan meningkatkan PDB sekitar 1,21 persen. Sedangkan bagi low & middle income economies seperti Indonesia, peningkatan penetrasi pita lebar (broadband) di industri telekomunikasi sebesar 10 persen akan meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) sekitar 1,38 persen.