 Perkembangan Pembahasan Isu dalam Komite Technical Barriers to Trade (TBT) WTO

10 January 2020

TBT Agreement merupakan salah satu perjanjian WTO yang dihasilkan dalam Putaran Uruguay untuk mengatur penggunaan instrumen Non Tarif Measure (NTMs) dalam perdagangan internasional. Perjanjian TBT berisi pengaturan terkait pengunaan standar dan aturan teknis yang mencakup persyaratan pengemasan, penggunaan tanda dan label pada kemasan serta prosedur uji kesesuaian agar dalam penerapannya tidak menciptakan hambatan yang tidak perlu pada perdagangan internasional.

Sidang reguler Komite TBT WTO diselenggarakan sebanyak tiga kali dalam setahun. Dalam sesi pertemuan Informal, sidang membahas mengenai pengalaman anggota WTO terkait topik tertentu. Adapun pada sesi pertemuan regular, sidang membahas mengenai Specific Trade Concerns (STC) yang diangkat oleh negara anggota atas kebijakan negara anggota lainnya. Dalam sidang reguler Komite TBT November 2019, Indonesia mengajukan STC terhadap kebijakan Uni Eropa yaitu EU Renewable Energy Directive (RED) II dan EU Free Palm Oil Labelling. Selain itu terdapat dua kebijakan Pemri yang kembali diangkat oleh sejumlah anggota WTO sebagai STC yaitu Pedoman Teknis Pelaksanaan Standar Nasional Indonesia untuk Mainan Anak dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Partisipasi negara maju (developed economies) dalam STC selalu mendominasi selama dua decade terakhir, adapun partisipasi negara berkembang (developing and emerging economies) semakin meningkat sedangkan partisipasi negara kurang berkembang (least-developed countries) masih sangat rendah jauh di bawah negara berkembang.