Non Uni Eropa

18 April 2018

     


INDONESIA-EFTA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IE-CEPA)


LATAR BELAKANG

Perundingan Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) CEPA (IE-CEPA) diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Swiss, Doris Leuthard (mewakili EFTA) pada 7 Juli 2010. Setelah berlangsung selama 9 putaran, perundingan dihentikan sementara pada tahun 2014 karena proses pergantian pemerintahan di Indonesia. Pada 2016, Indonesia dan Swiss sepakat melanjutkan kembali perundingan dan menargetkan penyelesaian perundingan pada 2018.


CAKUPAN IE-CEPA

Perundingan IE-CEPA membahas berbagai elemen pokok yang mencakup: Trade in Goods (termasuk Rules of Origin, Customs Issues, Trade Facilitation, Sanitary and Phytosanitary, dan Trade Remedies); Trade in Services; Investment; Cooperation and Capacity Building (CCB); Intellectual Property Rights; Trade and Sustainable Development; dan General, Institutional, Final Provisions, and Dispute Settlement. Selain itu, kedua delegasi juga melakukan konsultasi informal untuk bidang Government Procurement. 


PERKEMBANGAN PERUNDINGAN
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Kelompok Perunding Indonesia, Duta Besar Soemadi DM Brotodiningrat, sementara Spokesperson untuk Delegasi EFTA Mr. Markus Schlagenhof. Perundingan IE- CEPA ditargetkan untuk selesai pada semester pertama tahun 2018. Saat ini IE-CEPA telah menyelsaikan putaran perundingan ke-15 yang diselenggarakan pada 23-27 April 2018 di Tangerang Selatan, Indonesia.


MANFAAT IE-CEPA

  1. Perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing bagi produk pertanian, perikanan, industri, kehutanan, dan tenaga kerja Indonesia ke kawasan Eropa, peningkatan investasi dua arah antara Indonesia dan EFTA, dan peningkatan kerja sama yang lebih luas untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian. 
  2. Perdagangan: Pada tahun 2016, EFTA adalah negara tujuan ekspor non migas ke-15** dan asal impor non migas ke-19** bagi Indonesia. Total nilai perdagangan Indonesia dengan EFTA tercatat sebesar US$ 3,33  miliar (2016), dengan nilai surplus untuk Indonesia sebesar US$ 1,21 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke EFTA sebesar US$ 2,27 miliar dan dengan trend sebesar 111.45% (2012-2016). Sementara nilai impor dari EFTA pada tahun 2016 sebesar USD 1,06 miliar dengan trend sebesar 5.5% (2012-2016).
  3. Bidang Investasi: Pada tahun 2016, EFTA menempati peringkat sebagai negara sumber investasi ke-11 di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 362.4 juta dan jumlah proyek sebanyak 250.


** Peringkat berdasarkan perhitungan EFTA secara agregat.