Australia

1 January 1970

     


INDONESIA – AUSTRALIA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT

(IA-CEPA)


LATAR BELAKANG

Joint Declaration on Comprehensive Partnership (JDCP): Presiden RI dengan Perdana Menteri Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan melalui pembentukan CEPA pada tanggal 4 April 2005 di Australia. 

Joint Feasibility Study (JFS): dilaksanakan 3 (tiga) kali pertemuan pada Desember 2007 – Februari 2009, melalui konsultasi pemerintah, swasta dan akademisi kedua negara, guna mengkaji dan menganalisis potensi manfaat yang didapat dari kerja sama bilateral dan hambatan-hambatan yang mungkin dialami dalam hubungan ekonomi kedua negara. 


PROSES PERUNDINGAN

Peluncuran IA-CEPA dilaksanakan pada 2 November 2010 oleh Presiden RI dan PM Australia di Jakarta. Pemerintah Austalia memberikan IA-CEPA Pre Agreement Facility (IPAF) kepada Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, meningkatkan perdagangan yang berkelanjutan dan terus menerus berupa technical assistance dan economic cooperation dalam kerangka IA-CEPA. Perundingan telah dilakukan 12 putaran (terakhir dilaksanakan pada tanggal 16-21 Juli 2018 di Jakarta). Perundingan IA-CEPA Indonesia dipimpin oleh Deddy Saleh, Tenaga Ahli Bidang Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan Kepala Bappepti Kemendag) dan Pihak Australia dipimpin oleh Trudy Witbreuk, First Assistant Secretary, Free Trade Agreement Division, Department of Foreign Affairs and Trade. Indonesia dan Australia sepakat mendeklarasikan diselesaikannya perundingan IA-CEPA melalui penandatanganan deklarasi yang dilakukan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Simon Birmingham dengan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Istana Bogor, 31 Agustus 2018. 


CAKUPAN

  1. Cakupan utama IA-CEPA: Trade in Goods (termasuk Rules of Origin, Custom Procedures and Trade Facilitation, Technical Barriers to Trade, Sanitary and Phitosanitary), Trade in Services (termasuk Movement of Natural Persons, Financial Services , Telecommunications, Professional Services), Investment, E-Commerce, Competition Policy, Economic Cooperation, Institutional and Framework Provisions.
  2. Early Outcomes IA-CEPA (bagian Pre): Indonesia-Australia Business Partnership Agreement (IABPG), Red Meat and Cattle Partnership, Financial Services, Skills Development Exchange Pilot Projects, Vocational Educational and Training (VET), Indonesia Food Innovation Center (IFIC), Fashion and Jewelry Design, Herbal and Spa Products, Drug and Food Standards and Controls, Standard Mapping Projects.


MANFAAT

Perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing bagi produk pertanian, perikanan, industri, kehutanan, dan tenaga kerja Indonesia ke Australia, peningkatan investasi dua arah antara Indonesia dan Australia, dan peningkatan kerja sama yang lebih luas untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian. 

Catatan: Berdasarkan hasil Joint Feasibility Studies, IACEPA akan meningkatan GDP sebesar 0,23% dari baseline atau sebesar A$ 33,1 milyar bagi Indonesia khususnya dari liberalisasi perdagangan (barang dan jasa). Peningkatan investasi dari Australia di sektor pertambangan, pertanian (terutama peternakan), dan sumber daya alam. dan  Capacity building berupa transfer teknologi dan pelatihan keahlian (skills training) di berbagai sektor (pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan dan energi, SPS, investasi, standar dan peraturan teknis serta jasa) dan beberapa pilot project konkret.