Jepang

18 April 2018

     


INDONESIA – JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IJEPA)


LATAR BELAKANG
Kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 20 Agustus 2007 dan mulai berlaku efektif sejak 1 Juli 2008 (entry into force). Dalam proses perundingan IJEPA, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Duta Besar Soemadi DM Brotodiningrat, dan Delegasi Jepang diketuai oleh Mr. Masaharu Kohno, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang. Perjanjian IJEPA ini merupakan perjanjian perdagangan bilateral pertama bagi Indonesia. 

CAKUPAN
Cakupan dalam perjanjian IJEPA meliputi: Trade in Goods, Investment, Trade in Services, Movement of Natural Persons, Intellectual Property Rights, Rules of Origin,Competition Policy, Energy and Mineral Resources, Government Procurement, Custom Procedures, Improvement of Business Environment, Cooperation.

MANFAAT
  1. Perluasan akses pasar: produk pertanian, perikanan, industri dan kehutanan (produk R dan Q IJEPA), tenaga kerja, peningkatan investasi dan kerja sama yang lebih luas. 
  2. Perdagangan: Total perdagangan kedua negara pada tahun 2016 sebesar US$ 26,1 Milyar, dengan trend turun rata-rata sebesar 14,73% (2012-2016), Jepang negara tujuan ekspor non migas ke-3 (tiga)* bagi Indonesia, nilai ekspor sebesar US$ 13,2 milyar (2016) dengan trend sebesar -8,0% (2012-2016) dan peran sebesar 10% dari total ekspor Indonesia ke dunia. Sementara, Indonesia merupakan negara sumber impor ke-2 (dua) bagi Jepang, dengan nilai impor sebesar USD 12,9 milyar (Th. 2016) dengan trend sebesar - 9% (2012-2016) dan peran sebesar 11% dari total impor Jepang dari Indonesia.
  3. Bidang Investasi: Pada tahun 2016, Jepang tercatat sebagai mitra investor ke-2 terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 5,4 miliar dan jumlah proyek sebanyak 3.302. 

GENERAL REVIEW IJEPA
Pada tahun 2013, Indonesia mengusulkan diadakan tinjauan implementasi (General Review) IJEPA merujuk pada Pasal 151 IJEPA. Pertemuan General Review (GR) IJEPA pertama dilaksanakan pada 12 September 2014 di Jakarta dan Pertemuan General Review IJEPA terakhir (ketujuh) dilaksanakan pada 28-30 Maret 2018. General Review IJEPA ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2018. Target Indonesia dalam GR IJEPA adalah peningkatan akses pasar produk pertanian, perikanan, industri dan kehutanan (produk R dan Q IJEPA), tenaga kerja, peningkatan investasi dan kerja sama yang lebih luas.