Pakistan

12 August 2019

     


 INDONESIA – PAKISTAN PREFERENTIAL TRADE AGREEMENT (IP-PTA)


LATAR BELAKANG


Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) merupakan implementasi dari Framework Agreement on Comprehensive Economic Partnership (FACEP) Indonesia-Pakistan yang ditandatangani kedua Menteri Perdagangan pada 24 November 2005, sebagai langkah awal dalam mencapai kesepakatan Comprehensive Economic Partnership (CEP) yang menjadi tujuan akhir.  IP-PTA ditandatangani pada 3 Februari 2012 di Jakarta setelah melalui enam putaran perundingan dari tahun 2005. IP-PTA memiliki 1 chapter berisi 10 Pasal dengan lampiran sebanyak 4 lampiran dan efektif diimplementasikan sejak 1 September 2013.


CAKUPAN


IP-PTA mencakup 232 pos tarif Indonesia dari total 10.000 pos tarif Indonesia (HS 10 digit) dan 313 pos tarif Pakistan dari keseluruhan total 5.000 pos tarif Pakistan (HS 6 digit).


REVIEW IP-PTA


Mengacu pada Article 4 dan 11 FACEP serta Article 7 IP-PTA mengenai Review, kedua negara sepakat untuk melakukan review guna membahas implementasi IP-PTA di kedua negara dan perluasan cakupan PTA menjadi Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA).  Indonesia dan Pakistan telah melaksanakan tiga kali perundingan Review IP-PTA: 


  1. Perundingan ke-1 Review IP-PTA dilakukan pada 15-16 Agustus 2016 di Jakarta;
  2. Perundingan ke-2 Review IP-PTA dilakukan pada 16-17 Februari 2017 di Islamabad, dan;
  3. Perundingan ke-3 Review IP-PTA dilakukan pada 10-11 Agustus 2017 di Jakarta


PERLUASAN PERJANJIAN IP-PTA


Indonesia dan Pakistan sepakat untuk memperluas perjanjian Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) dengan ditandatanganinya Protokol Perubahan IP-PTA oleh kedua Menteri Perdagangan di sela-sela Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Pakistan pada tanggal 26-27 Januari 2018.


INDONESIA-PAKISTAN TRADE IN GOODS AGREEMENT (IP-TIGA)


Pertemuan pertama Joint Negotiating Committee (JNC) Indonesia-Pakistan TIGA (IP-TIGA) telah dilaksanakan di Islamabad pada tanggal 8-9 Agustus 2019. Pada pertemuan tersebut, kedua negara berhasil menyepakati Terms of Reference (ToR) IP-TIGA yang akan menjadi pedoman dan panduan bagi jalannya perundingan. Perundingan IP-TIGA akan terbagi ke dalam sejumlah working group (WG), yaitu WG Perdagangan Barang (Trade in Goods/TIG), WG Aturan Asal Barang, Prosedur Kepabeanan, dan Fasilitasi Perdagangan (Rules of Origin, Customs Procedures and Trade Facilitation/ROOCPTF), WG Sanitasi dan Fitosanitari (Sanitary and Phytosanitary/SPS), WG Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT), dan WG Masalah Hukum dan Kelembagaan (Legal and Institutional Issues/LII).


Jika dalam IP-PTA kedua negara hanya memberikan preferensi tarif atas sejumlah produk yang disepakati bersama, maka IP-TIGA akan mencakup keseluruhan pos tarif Indonesia dan Pakistan untuk memberikan manfaat maksimal bagi kedua negara.


Putaran kedua JNC IP-TIGA direncanakan diadakan di Indonesia pada Desember 2019 untuk memulai pembahasan konsep draf IP-TIGA, modalitas penurunan tarif, serta pembahasan terkait daftar request/offer awal.