Chili

18 April 2018

    


 INDONESIA-CHILE COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IC-CEPA)


LATAR BELAKANG

Joint Study Group (JSG) pembentukan IC-CEPA dimulai tahun 2006 dan difinalisasi tahun 2009, Pertemuan kedua Kepala Negara di KTT APEC Vladivostok tahun 2012 sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral RI-Chile. Pada Februari 2012 telah dilakukan Pertemuan Pra Negosiasi Konsultasi Indonesia-Chile CEPA  di Jakarta, dan April 2013, kedua negara menandatangani Joint Statement dan Term of Reference (TOR) Indonesia-Chile CEPA di Surabaya.


PERKEMBANGAN PERUNDINGAN

Perundingan TIGs IC CEPA dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan. Delegasi Chile dipimpin oleh Director For Bilateral Economic Affairs, Directorate General of International Economic Relations, Department of Foreign Affairs and Trade of Chile. Perundingan pertama dilaksanakan pada Mei 2014 di Santiago, Chile. Setelahnya perundingan sempat terhenti karena Indonesia memasuki proses transisi pemerintahan. Perundingan lalu diintensifkan pada tahun 2017 dan berhasil diselesaikan pada tanggal 6-10 November 2017. Tanggal 14 Desember 2017 menjadi sejarah penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Chile. Pada tanggal tersebut kedua negara menandatangani persetujuan kemitraan komprehensif, yang dikenal dengan istilah IC-CEPA. Persetujuan ini ditandatangani Menteri Perdagangan RI, Bapak Enggartiasto Lukita dan Menteri Luar Negeri Chile, Mr. Heraldo Muñoz Valenzuela.


CAKUPAN

Perundingan IC-CEPA dilakukan secara bertahap (incremental approach) di mana perundingan barang (Trade in Goods - TIGs) akan dilakukan terlebih dahulu. Perundingan Perdagangan Jasa, Investasi dan area lainnya akan dilakukan pada tahap selanjutnya yang disepakati kedua negara. Perundingan TIGs dibagi ke dalam 4 (empat) Working Groups (WG), yaitu WG on Cooperation, WG on Trade in Goods, WG on Legal Issues, WG on Rules of Origin (ROO) and Customs Procedures (CP). 


MANFAAT

  1. Dapat meningkatkan akses pasar untuk produk ekspor utama Indonesia di pasar Chile. Saat ini eksportir Indonesia masih dikenakan tarif sebesar 6% serta, ditambah PPn atau IVA sebesar 19%, di samping itu masih ada hambatan 893 Non-Tariff Measures (NTMs), Technical Barriers to Trade dan Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan 6 Special Trade Concern (STC). Sementara negara produk dari Vietnam, Thailand, dan Malaysia sudah 0% karena telah FTA dengan Chili.
  2. Chili dapat dimanfaatkan untuk hub bagi Produk Ekspor Indonesia, karena  Chile memiliki konektivitas dan tingkat liberalisasi perdagangan yang tinggi di kawasan Amerika Latin dan Pasifik. Saat ini Chili memiliki 26 perjanjian FTA dengan 64 negara dan menjadi associate member MERCOSUR, Aliansi Pasific dan Trans Pacific Partnership (TPP).