Mozambik

18 April 2018

      


INDONESIA-MOZAMBIQUE PREFERENTIAL TRADE AGREEMENT (IM-PTA)


Apa itu Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA)?

Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA) adalah kerja sama penurunan tarif bea masuk untuk beberapa produk yang menjadi kepentingan antara Indonesia dan Mozambik.

Perjanjian IM-PTA telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI dengan Menteri Perdagangan dan Industri Mozambik pada tanggal 27 Agustus 2019 di Maputo, Mozambik. IM-PTA menjadi perjanjian perdagangan bilateral yang pertama dimiliki oleh Indonesia dengan negara di kawasan Afrika.


Latar Belakang IM-PTA

Pembentukan kerja sama IM-PTA merupakan tindak lanjut atas kesepakatan Presiden RI dengan Presiden Mozambik, Mr. Filipe Nyussi, pada saat pertemuan bilateral tanggal 7 Maret 2019 di Jakarta. Kedua kepala negara sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral melalui kerja sama PTA.


Penurunan Tarif dalam IM-PTA

Indonesia dan Mozambik masing-masing akan menurunkan tarif bea masuk sekitar 200 produk. Beberapa produk yang diberikan penurunan tarif oleh Indonesia diantaranya adalah kapas, produk ikan, kepiting dan lobster, sayur-sayuran, kacang-kacangan, tembakau. Sedangkan produk yang diberikan penurunan tarif oleh Mozambik diantaranya produk perikanan (sardines dan mackerel), buah-buahan, minyak kelapa sawit, margarine, sabun, karet, produk kertas, alas kaki, produk kain.


Tujuan dan Manfaat IM-PTA

  1. IM-PTA diharapkan akan mendorong minat pengusaha untuk lebih memanfaatkan potensi pasar non-tradisional khususnya Afrika.
  2. Mozambik memiliki deep sea port dan Free Trade Zone sehingga diharapkan dapat menjadi hub khususnya ke kawasan Afrika bagian selatan.
  3. Mendorong pelaku usaha Indonesia untuk go global melalui outward investment dan meningkatkan level of competitiveness.


Sekilas Mozambik

  • Mozambik terletak di bagian tenggara benua Afrika dengan total luas wilayah sekitar 800 ribu km2 dan jumlah populasi sebesar 27 juta jiwa. Mozambik berbatasan dengan Tanzania dan Malawi di sebelah utara, Zambia dan Zimbabwe di sebelah barat, Afrika Selatan dan Eswatini (Swaziland) di sebelah selatan.
  • Pelabuhan laut terbesar di Mozambik, Maputo Port, merupakan salah satu pelabuhan terbesar di benua Afrika bagian selatan. Pelabuhan ini menjadi transit barang ke negara-negara tetangga seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Botswana dan Eswatini (Swaziland).
  • Disamping Maputo Port, Mozambik juga memiliki dua pelabuhan laut dalam (deep sea port) lainnya seperti Nacala dan Beira. Oleh karena itu, negara-negara landlocked yang berbatasan dengan Mozambik seperti Malawi, Zambia, Zimbabwe dan Eswatini, cukup bergantung kepada Mozambik dalam melakukan perdagangan internasional.
  • Mozambik menempati urutan ke-tiga sebagai negara yang memiliki cadangan gas alam terbesar di benua Afrika, setelah Nigeria dan Aljazair. Disamping kaya akan sumber gas alam, Mozambik juga memiliki potensi sumber daya alam lain seperti batu bara, titanium, tantalum dan grafit.

  • Mozambik merupakan anggota Southern African Development Community (SADC) yang beranggotakan 16 negara di kawasan Selatan benua Afrika. Mozambik juga telah menandatangani African Continental FTA (AfCFTA) bersama 54 negara lainnya di benua Afrika (kecuali Eritrea) dan mulai berlaku (enter into force) tanggal 30 Mei 2019.