Roadshow Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement di Bali

11 October 2019

Bali, 11 Oktober 2019 – Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali melaksanakan roadshow sosialisasi Indonesia – Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) dengan tema “Potensi Pemanfaatan IC-CEPA” yang diselenggarakan di Bali pada Jumat (11/10).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat, tantangan, dan peluang usaha dari hasil-hasil perundingan IC-CEPA kepada para pelaku usaha. Roadshow ini menghadirkan pembicara Ni Made Ayu Marthini, Direktur Perundingan Bilateral; dan Y.M. Gustavo Ayares, Duta Besar Chile untuk Indonesia, serta Mr. Federico Stäger R., Managing Director, Stager Business Consulting Services sebagai pelaku usaha asal Chile yang sukses berbisnis dengan mitra di Bali.


Sekilas Mengenai IC-CEPA dan Perdagangan Indonesia-Chile

Perjanjian IC-CEPA telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Luar Negeri Chile pada tanggal 14 Desember 2017 di Santiago. Setelah melalui proses ratifikasi oleh kedua negara, perjanjian IC-CEPA mulai berlaku sejak 10 Agustus 2019. Cakupan IC-CEPA adalah perdagangan barang meliputi aspek non-tarif, berbagai measures, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi. IC-CEPA selanjutnya akan dikembangkan kerja sama di bidang perdagangan jasa dan investasi.

IC-CEPA telah berlaku sejak tanggal 10 Agustus 2019. Melalui IC-CEPA, Chile menghapus 89,6 persen pos tarif dari seluruh pos tarif Chile. Sementara, Indonesia menghapus 86,1 persen pos tarif dari seluruh pos tarif Indonesia.

Chile merupakan mitra dagang Indonesia terbesar ke-3 di Amerika Selatan setelah Brasil dan Argentina. Pada 2018, total perdagangan Indonesia-Chile sebesar USD 274,1 juta. Chile merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-55 dengan total ekspor USD 158,9 juta di tahun 2018, naik sebesar 0,3 persen dari USD 158,5 juta di tahun sebelumnya. Sedangkan sebagai mitra impor, Chile menempati urutan ke-63 sebagai asal impor dengan nilai USD 115,1 juta tahun 2018, turun sebesar 4 persen dari USD 119,9 juta di tahun sebelumnya.

Produk ekspor utama Indonesia ke Chile pada pada tahun 2018 adalah footwear; fertilizer; motor cars; organic surface-active agents; locust beans, seaweeds, sugar beet and sugar cane. Produk impor utama Indonesia dari Chile pada tahun 2018 adalah buah anggur, segar atau kering; copper; chemical wood pulp; iron ores; dan fats and oils and their fractions of fish or marine mammals.