Pertemuan Bilateral Indonesia-RRT, Mendag Bahas Hambatan Ekspor Produk Pertanian dan Perikanan

25 July 2019

Beijing, 19 Juli 2019 – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membahas hambatan perdagangan yang dihadapi dalam ekspor Indonesia ke China. Permasalahan tersebut disampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Minister of General Administration of Custom China (GACC), Ni Yuefeng di Kantor GACC Beijing, RRT, pada Jumat (19/7). Pertemuan ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Mendag ke RRT pada 18—22 Juli 2019.


Pertemuan Mendag dengan Menteri Ni Yuefeng merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dan kesepakatan yang sudah dilakukan antara Presiden Yi Xin Ping dan Presiden Jokowi di Osaka, Jepang beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden Jokowi menyampaikan kepada mitranya berbagai hal, termasuk kesulitan dalam ekspor dan defisit perdagangan ke RRT yang begitu besar. Presiden Yi Xin Ping berjanji menindaklanjuti dan memberikan prioritas untuk menyelesaikan masalah tersebut


Pemerintah mengharapkan agar RRT memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah naga, alpukat, durian, serta produk perikanan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Ni Yuefeng merespon dengan baik dan akan menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan Indonesia. Untuk mempercepat proses tersebut, pihak Indonesia mengusulkan pembentukan joint working group,” jelas Mendag.


Ekspor sarang burung walet Indonesia pada tahun 2018 tercatat sebesar 70 ton dengan nilai USD 140,5 juta dari 21 perusahaan. Untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet, saat ini tujuh perusahaan lainnya dalam proses verifikasi untuk mendapatkan sertifikasi dan CNCA. Kehadiran Mendag di RRT guna mempercepat proses sertifikasi dimaksud.


Mendag mengajak para importir sarang burung walet RRT untuk berinvestasi di Indonesia yang merupakan penghasil utama sarang burung walet untuk diolah dan diekspor kembali ke RRT, negara-negara ASEAN, dan Australia. “Investasi sarang burung RRT di Indonesia akan memberi kemudahan atas produk makanan olahan dalam hal proses dan pemenuhan persyaratan ekspor ke RRT,” jelas Mendag.


Menurut Mendag, ekspor sarang burung walet merupakan komoditas prioritas yang berpotensi besar mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia terhadapa RRT. Hal ini mengingat tingginya nilai dari produk sarang burung walet dan produk turunannya. 


Total perdagangan Indonesia-RRT periode 2018 tercatat sebesar USD 72,67 miliar atau naik 23,48 persen dari total perdagangan 2017 yang sebesar USD 58,84 miliar. Adapun total perdagangan Indonesia-RRT pada periode Januari—April 2019 telah mencapai USD 22,4 miliar.