ASEAN - India

26 June 2018

PENDAHULUAN

India menjadi mitra dagang ketujuh terbesar bagi ASEAN. Kerja sama ASEAN-India merupakan salah satu kerja sama yang memiliki potensi sangat besar dilihat dari jumlah penduduk, luas wilayah dan letak strategis kedua pihak.

Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India terdiri dari 24 Pasal, 2 Lampiran yaitu Jadwal Komitmen Tarif dan Ketentuan Asal Barang untuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-India (14 Aturan) dan 4 Apendiks yaitu Metode Penghitungan Kandungan AIFTA, Aturan Spesifik Produk,  Single List of Textiles and Textile Products (Berdasarkan HS 2002) dan Prosedur Sertifikasi Operasional untuk Ketentuan Asal Barang untuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-India (24 Pasal).

Tingkat liberalisasi perdagangan barang ASEAN-India tidak setinggi liberalisasi perdagangan barang yang dicapai antara ASEAN dengan mitra FTA lainnya. Namun, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan komitmen liberalisasi melalui proses peninjauan kembali setelah Perjanjian dilaksanakan.


LANDASAN HUKUM

Para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan India telah menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and India pada bulan Oktober 2003. Framework Agreement meletakkan dasar yang kuat untuk pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-India (FTA), yang mencakup FTA dalam barang, jasa, dan investasi. Persetujuan Perdagangan Barang AIFTA ditandatangani pada Pertemuan ke-41 Tingkat Menteri Ekonomi ASEAN pada 13 Agustus 2009 di Bangkok. Sedangkan Perjanjian ASEAN-India Trade on Services and Investment telah diselesaikan pada tahun 2014 secara ad referendum.

Indonesia telah meratifikasi Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation Between The Association of Southeast Asian Nations and The Republic of India (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Negara-Negara Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik India).

ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2010. Berdasarkan Perjanjian, Negara Anggota ASEAN dan India telah sepakat untuk membuka pasar di masing-masing negaranya dengan semakin mengurangi dan menghilangkan pajak pada 76,4% dari cakupan barang. ASEAN-India Trade in Services Agreement ditandatangani pada November 2014 yang mengatur ketentuan-ketentuan tentang transparansi, peraturan domestik, pengakuan, akses pasar, national treatment, dan penyelesaian sengketa. ASEAN-India Investment Agreement juga ditandatangani pada November 2014 yang mengatur perlindungan investasi untuk memastikan perlakuan yang adil dan setara untuk investor, perlakuan non-diskriminatif dalam pengambilalihan atau nasionalisasi dan juga kompensasi yang adil. Kegiatan kerjasama ekonomi di bawah AIFTA dilakukan di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan; jasa; penambangan dan energi; ilmu pengetahuan dan teknologi; transportasi dan infrastruktur; manufaktur; pengembangan sumber daya manusia; dan sektor lain seperti kerajinan tangan, usaha kecil dan menengah (UKM), kebijakan persaingan, Pembangunan Lembah Mekong, hak kekayaan intelektual, dan pengadaan pemerintah.


PELUANG

  • Meningkatkan kinerja perdagangan antara ASEAN dan India.
  • Potensi yang dimiliki ASEAN dan India, salah satunya jumlah penduduk yang mencapai hampir 2 miliar jiwa.
  • AIFTA akan membuka peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia khususnya untuk komoditi-komoditi seperti sayuran, buah-buahan, lemak dan minyak nabati, coklat, pupuk, bahan samak dan celup, plastik, produk karet, produk kulit, kertas, tekstil dan produk tekstil, batubara, biji tembaga, kaca, perkakas, mesin, otomotif dan lain-lain.


MANFAAT

  • Terciptanya kepastian hukum dalam menjalankan usaha di bidang perdagangan barang antar para pihak;
  • Terciptanya iklim usaha yang semakin kondusif dengan diterapkannya penghapusan ekonomi biaya tinggi dan penyederhanaan perijinan;
  • Meningkatnya produktifitas secara internal untuk memperkuat daya saing;
  • Meningkatnya perdagangan barang diantara para Pihak;
  • Meningkatnya peluang pasar produk ekspor Indonesia ke India dengan tingkat tarif bea masuk yang relatif lebih rendah atau bebas;
  • Meningkatnya kerja sama antara pelaku usaha di kedua negara melalui aliansi strategis yang didukung dengan kepastian mekanisme penyelesaian sengketa; dan
  • Adanya peluang pemanfaatan teknologi diantara para Pihak yang semakin terbuka.


Dari kepentingan ofensif perdagangan Indonesia, kesepakatan yang dicapai dalam AIFTA memberikan arti yang strategis bagi peningkatan ekspor berbagai komoditi unggulan di tanah air. Hal ini tercermin dari komitmen India yang akan menurunkan dan menghapuskan sebagian besar tarifnya (±85% dari total pos tarifnya) dalam kurun waktu 2010-2019.


Navigasi