ITRC

18 April 2018

 INTERNATIONAL TRIPARTITE RUBBER COUNCIL (ITRC)


ITRC dibentuk tanggal 12 Desember 2001 yang disahkan melalui Joint Declaration dan beranggotakan tiga negara produsen karet alam dunia, secara berurutan yaitu Thailand, Indonesia dan Malaysia. Tujuan dari pembentukan ITRC adalah tercapainya harga karet alam yang remuneratif bagi produsen dan menjaga keseimbangan supply-demand karet alam.

ITRC memiliki skema kerja sebagai berikut.

a.      Supply Management Scheme (SMS): Mengelola produksi dengan tujuan agar tercapai keseimbangan karet alam dalam jangka panjang.

b.      Agreed Export Tonnage Scheme (AETS): Mengatur supply dalam jangka pendek dengan cara membatasi ekspor/penjualan karet alam.

c.       Demand Promotion Scheme (DPS): Meningkatkan konsumsi karet alam baik domestik maupun global.

d.      Isu-isu penting ITRC selain 3 skema:

·         Pasar Karet Regional (Regional Rubber Market/RRM)

·         Pasar fisik RRM mulai beroperasi di tiga negara tanggal 26 September 2016. Namun dikarenakan tidak adanya transaksi pada pasar fisik RRM, berdasarkan hasil pertemuan Menteri ITRC tahun 2017 di Bangkok, Thailand, maka RRM akan dilanjutkan menjadi futures market.

 

Program Kerja ITRC/IRCo 2012 – 2021

Peningkatan partisipasi negara non anggota ITRC, mengatasi volatilitas harga, skema peningkatan konsumsi karet alam, pengutan fungsi IRCo, kebijakan lainnya yang mendukung pencapaian tujuan ITRC.

 

Struktur ITRC:

1.      Ministerial Committee (MC): badan tertinggi, beranggotakan para menteri.

2.      ITRC: berada dibawah MC dan melapor kepada MC untuk memperoleh arahan MC.

3.      National Tripartite Rubber Council (NTRC): focal point nasional di masing-masing negara.

4.      Komite-komite dibawah ITRC: Statistik, AETS Monitoring and Surveillance Committee, Committee on Cost of Production, Expert Group on Establishment of Regional Rubber Market, Demand Promotion Scheme Committee