IPC

18 April 2018

PERUNDINGAN LADA INTERNASIONAL

INTERNATIONAL PEPPER COMMUNITY (IPC)

Indonesia merupakan penghasil lada terbesar kedua di dunia dengan share produksi tahun 2016 sebesar 18%. Produsen terbesar dunia adalah Viet Nam dengan share sebesar 40%. Sesuai data yang dirilis oleh IPC pada pertemuan tahunan ke-45 di Kandy, Sri Lanka, November 2017, produksi Indonesia pada 2017 mencapai 70.000ton atau turun sekitar 6.67% dari tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia pada (Jan-Nov) 2017 mencapai 39ribu ton dengan nilai 221juta USD; sedangkan impor Indonesia pada (Jan-Okt) 2017 mencapai 756ton dengan nilai 4juta USD.

Tren harga lada internasional sejak 2015 mengalami penurunan dan mempengaruhi harga lada di Indonesia. Sesuai data yang diambil dari IPC, per November 2017, harga lada hitam dunia turun 41% (MoM) atau setara 7.109USD/MT; sedangkan harga lada putih turun 42% (MoM) atau setara 10.187USD/MT. Sementara itu, sesuai data Bappebti, Kemendag, harga di tingkat petani pada lada hitam Lampung per 21 Des 2017 mencapai 45.000IDR/kg, sedangkan harga lada putih Babel per 21 Des 2017 mencapai 73.000IDR/kg.

Indonesia merupakan negara anggota International Pepper Community (IPC). Anggota penuh IPC saat ini terdiri dari produsen lada dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Viet Nam; serta Papua Nugini dan Filipina sebagai associate member. Sejak tahun 1976, Sekretariat IPC berada di Jakarta. Fungsi IPC adalah untuk mendorong dan melakukan koordinasi kegiatan dalam rangka memajukan industri dan perdagangan lada di negara anggota.