ICO

18 April 2018

 PERUNDINGAN KOPI INTERNASIONAL

INTERNATIONAL COFFEE ORGANIZATION (ICO)

 

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-4 dunia setelah Brazil, Viet Nam dan Kolombia dengan jumlah produksi tahun 2016 mencapai 639.305 ton dan luas area sebesar 1.228.512 ha. Sumatera Selatan merupakan wilayah dengan jumlah produksi terbanyak dan luas area terbesar di Indonesia, diikuti Lampung. Kedua propinsi ini merupakan produsen kopi robusta.

 Ekspor kopi Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami. Tercatat bahwa pada 2012 nilai ekspor kopi yang mencapai 1,5 Miliar USD terus menurun hingga 2014, kemudian menguat kembali pada 2015, dan kembali mengalami penurunan pada 2016 yang hanya mencapai 1,4 Miliar USD. Penurunan ekspor disebabkan oleh turunnya produksi kopi domestik yang hanya mencapai 639.305 ton pada 2016 atau menurun 0,02% dari tahun sebelumnya yang mencapai 639.412 ton.

 Dalam rangka mendukung aktivitas perdagangan sektor kopi, Indonesia bergabung dengan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO). Tujuan utama ICO ialah untuk memperkuat sektor komoditi kopi secara global dan pengembangan berkelanjutan pada market-based environment untuk kemajuan seluruh negara anggota.

Anggota ICO terdiri dari 42 anggota pengekspor/produsen dan 8 negara anggota pengimpor/konsumen yang mewakili 97% produksi kopi dunia dan lebih dari 80% konsumsi dunia. 19 anggota ICO merupakan least-developed countries (dengan pendapatan yang rendah dan kerentanan ekonomi) dan terdapat lebih dari 25 juta petani kecil dan keluarganya yang menghasilkan 70% kopi dunia yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan dan permintaan.

Keanggotaan Indonesia pada ICO berdasarkan pada Peraturan Presiden No. 63 Tahun 2008 tentang Pengesahan International Coffee Agreement 2007. Dengan dilakukannya ratifikasi terhadap ICA 2007, Indonesia sebagai negara anggota wajib mengikuti tata aturan yang ditetapkan oleh ICO, yang tertuang dalam ICA 2007, diantaranya: fungsi dan tujuan organisasi, sistem administrasi Dewan, komite-komite ICO, regulasi staf ICO, pelaporan data statistik secara berkala; menerbitkan SKA pada tata niaga ekspor kopi, dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan Sekretariat ICO untuk berbagai studi dan kajian di sektor kopi. Sesuai komitmen Indonesia sebagai anggota ICO, setiap pengiriman ekspor kopi wajib disertai dokumen SKA form ICO

Pada 2017, ICO menyepakati Rencana Aksi yang terdiri dari 29 kegiatan yang ditujukan untuk mencapai 4 tujuan strategis yaitu: a) membangun ICO menjadi forum pengembangan kebijakan dan memberikan soslusi untuk memperkuat sektor kopi global; b) meningkatkan transparansi pasar kopi dan memberikan rekomendasi keputusan ekonomi berdasarkan transparansi data tersebut; c) mendorong pengembangan komunikasi, pendampingan masyarakat dan diseminasi pengetahuan tentang sektor ekonomi kopi dunia; dan d) mempromosikan sektor kopi berkelanjutan.