IORA

18 April 2018

INDIAN OCEAN RIM ASSOCIATION (IORA)

 

 

LATAR BELAKANG

 

Indian Ocean Rim Association (IORA) merupakan organisasi intra-kawasan di Samudra Hindia yang berdiri pada bulan Maret 1997 di Mauritius. IORA beranggotakan 21 negara yaitu: Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura, Sri Lanka, Somalia, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman; serta 7 mitra wicara, yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Mesir, Prancis, Tiongkok dan Jerman.

 

IORA memiliki tiga working groups yang sifatnya permanen, yaitu: Indian Ocean Rim Academic Group/IORAG yang mewakili kelompok akademisi, Indian Ocean Rim Business Forum/IORBF yang mewakili kelompok pelaku usaha, dan Working Group on Trade and Investment/WGTI yang mewakili kelompok pemerintah. Ketiga Working Groups tersebut bertemu setiap tahun dan menuangkan berbagai proyek dan kebijakan di bidang masing-masing dan menyampaikan rekomendasi kepada Committee of Senior Officials (CSO). WGTI membahas enam bidang prioritas yaitu: maritime safety and security; trade and investment facilitation; fisheries management; disaster preparedness; academic, science and technology cooperation; and tourism and cultural exchange. Sementara itu, pada pertemuan 13th Council of Ministers IORA, di Perth, Australia peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan telah dimasukkan pula  sebagai isu lintas prioritas (cross-cutting issue).

 

Indonesia telah secara resmi menjadi Ketua IORA untuk periode 2015 – 2017 pada the 15th IORA Council of Ministers Meeting. Tema keketuaan Indonesia di IORA adalah “Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable Indian Ocean.” Gagasan dan prakarsa strategis Indonesia pada masa keketuaannya yang telah disetujui: (i) membentuk IORA Concord sebagai outcome strategis 20 tahun IORA; dan (ii) penyelenggaraan KTT IORA (one-off) pada Maret 2017.

 

Keketuaan Indonesia di IORA merupakan momentum untuk semakin mengukuhkan peran Indonesia sebagai negara maritim yang bermartabat dan berpengaruh di kawasan. Indonesia berpeluang untuk mengoptimalkan keketuaan tersebut guna memetik manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional. Keketuaan Indonesia di IORA juga sejalan dengan visi-misi Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia (global maritime fulcrum). Keketuaan Indonesia di IORA merupakan implementasi dari visi dan misi tersebut.

 

MANFAAT

 

Di bidang perdagangan, IORA memiliki peranan sentral, salah satunya, sebagai upaya       alternatif penetrasi produk Indonesia ke pasar non-tradisional. Kontribusi volume perdagangan antar negara IORA (96%) dipengaruhi oleh 6 negara utama, yaitu Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Australia dan Afrika Selatan. Volume perdagangan ini dapat terus digenjot melalui serangkaian kebijakan, antara lain asosiasi perdagangan (diperkirakan meningkat 22%), Preferential Trade Agreement (PTA) (diperkirakan meningkat 11%) dan peningkatan skala ekonomi (diperkirakan meningkat 11%).

 

PENUTUP

 

Sebagai bentuk kontribusi Indonesia pada masa keketuaan di IORA, Kementerian Perdagangan telaah membangun IORA Web Trade Repository (iora-tr.org). IORA Web Trade Repository merupakan portal yang memuat informasi mengenai perdagangan, antara lain: tariff nomenclature, MFN Tariff, rules of origin, non-tariff measures, national trade and customs laws, procedures and documentary requirements for export and import dan data dukung lainnya yang diperlukan.

 

Diharapkan, dengan terwujudnya IORA Web TR, maka negara anggota akan memperoleh manfaat atas informasi terkait perdagangan di masing-masing negara. Dengan demikian, kebijakan perdagangan di masing-masing negara anggota dapat lebih terinformasi dengan baik, sehingga memudahkan negara anggota dalam melakukan kegiatan perdagangan intra IORA. Pembangunan IORA Web TR juga menjadi salah satu bentuk kegiatan fasilitasi perdagangan yang dibangun Indonesia bagi negara anggota IORA.

 

 

 

 

Direktorat Perundingan APEC dan Organisasi Internasional

Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional

Kementerian Perdagangan R.I.

 

Daftar Dokumen