Isu-Isu Strategis APEC

18 April 2018

1.    APEC Environmental Goods List (EGs List). Tahun 2012, pemimpin ekonomi APEC menyepakati penurunan tarif 54 produk  Environmental Goods List (EGs list) HS6 digit (157 produk HS10) menjadi maksimal 5% pada akhir 2015. Untuk memenuhi komitmen tersebut dibuat Implementation Plan namun Indonesia tidak dapat memenuhi komitmen tersebut karena masih terdapat beberapa produk yang tidak dapat diturunkan tarif bea masuknya, sementara beberapa produk lainnya direncanakan akan dinaikkan tarif bea masuknya tahun 2016. Komitmen Indonesia akan dipertanyakan pada pertemuan tingkat Pemimpin Ekonomi APEC tanggal 18-19 November 2015 di Manila, Filipina. Agar tidak menjadi kontroversi bagi posisi Presiden RI, diperlukan posisi nasional yang diputuskan pada tingkatan tertinggi dan membawa isu ini segera pada Rapat Kabinet guna mendapatkan arahan dan keputusan langsung dari Presiden.


2.  Free Trade Area of the Asia Pasific (FTAAP). Tahun 2014, APEC menyepakati upaya perwujudan FTAAP melalui pelaksanaan collective strategic study, dengan target penyelesaian 2016. Untuk mengamankan kepentingan Nasional, Indonesia akan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mengawal isu ini dengan cara berpartisipasi aktif dalam proses pembahasan draft study serta bergabung core drafting group. FTAAP akan dibentuk dari TPP dan RCEP, untuk itu Indonesia berkepentingan untuk mendorong unsur RCEP dalam realisasi FTAAP dengan menekankan unsur development, economic cooperation dan special and differential treatment bagi negara berkembang dalam elemen FTAAP



3.    Promoting Products which Contribute to Sustainable and Inclusive Growth through Rural Development and Poverty Alleviation (Development Products). Menteri Perdagangan APEC telah menyambut baik hasil kajian litbang APEC terhadap Development Products dimana dari 157 produk, 15 produk diantaranya merupakan usulan indonesia yaitu bagian sawit, karet, kertas, ikan, dan kehutanan. Indonesia (cq Kemendag) berencana untuk melaksanakan Trade Policy Dialogue (TPD) on Development Products, tanggal 28 Agustus 2015, di sela pertemuan SOM3. Hal ini bertujuan untuk kesinambungan isu rural development dan poverty alleviation dalam kerangka liberalisasi Development Products, Diharapkan agar isu ini dibahas serta direfleksikan pada Joint Ministerial Statement dan Leaders Declaration APEC 2015 dan secara jangka panjang dapat menjadi salah satu elemen realisasi FTAAP ke depan dalam rangka mendorong dimensi pembangunan.

Daftar Dokumen