APEC

18 April 2018

BRIEF PERUNDINGAN ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (APEC)

 

LATAR BELAKANG

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan forum kerjasama ekonomi terbesar beranggotakan 21 ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan. Prinsip kerjasama APEC antara lain consensus; voluntary and non-binding; concerted unilateralism; dan differentiated time frame

Tiga isu besar APEC adalah perdagangan dan investasi, Kebijakan ekonomi dan isu sektoral, serta ecotech (economic and technical assistance). Pembahasan berbagai isu di APEC, dilakukan melalui satu rangkaian pertemuan dalam setiap tahunnya di negara yang berbeda.

Rangkaian pertemuan tersebut terdiri dari (i) the 1st Senior Official’s Meeting (SOM1), (ii) the 2nd Senior Official’s Meeting (SOM2) & Ministers Responsible for Trade Meeting (MRT), (iii) the 3rd Senior Official’s Meeting (SOM3), (iv) APEC Economic Leaders’ Week (AELW) dan (v) Informal Senior Officials’ Meeting (ISOM). AELW merupakan puncak pertemuan tahunan APEC yang menghadirkan Menteri Perdagangan, Menteri Luar Negeri, dan Pemimpin (Presiden) dari 21 Ekonomi.

 

Pentingnya APEC

APEC mewakili 40% populasi Dunia (2,8 miliar jiwa dari 7 miliar jiwa), 44% nilai total perdagangan dunia (USD 17 triliun dari USD 37 triliun) dan 55% GDP dunia (USD 32 triliun dari USD 58 triliun). APEC pasar utama Indonesia karena 9 dari 10 mitra dagang terbesar Indonesia anggota APEC. Tahun 2014 total ekspor Indonesia ke APEC sebesar USD 145 Miliar sedangkan total ekspor Indonesia ke Dunia sebesar 176 Miliar (82% ekspor Indonesia adalah ke APEC), sedangkan impor Indonesia dari APEC sebesar USD 151 Miliar dibanding dengan impor Indonesia dari Dunia sebesar USD 178 Milyar (84% impor Indonesia dari anggota APEC).

 

Manfaat APEC

  1. Penataan arsitektur (tata aturan) ekonomi dan perdagangan Asia-Pasifik agar tetap dinamis, terbuka (WTO-consistent), resilient, inclusive, connected, dan equitable.
  2. Peningkatan akses pasar melalui liberalisasi sukarela, WTO-consistent dan fleksibel. Contohnya Bogor Goals 1994, EG List 2012, dan FTAAP.
  3. Mengupayakan penurunan hambatan non-tarif (NTB) melalui kerja sama dan harmonisasi peraturan, standar dan bea cukai.
  4. Fasilitasi perdagangan bagi kelancaran arus barang dan jasa, lalu lintas manusia/pebisnis, wisatawan dan pemangku kepentingan lain (Trade Facilitation Action Plan).
  5. Peningkatan APEC Connectivity yang mencakup keterhubungan fisik, kelembagaan dan people-to-people, termasuk mengatasi 8 choke-points, yaitu menyangkut (a) transparansi regulasi dan logistik, (b) transport infrastructure and physical linkages, (c) local/regional logistics sub-providers, (d) clearance of goods at Customs; (e) customs documentation and procedures, (f) multi-modal transport, (g) cross-border standards and regulations dan (h) customs-transit arrangements.
  6. Capacity building dan technical assistance bagi pengurangan jarak pembangunan antara ekonomi maju dan ekonomi berkembang serta kelompok masyarakat maju dan masyarakat berkembang.
  7. Memperjuangkan ekspor komoditi andalan Indonesia melalui proposal Promoting Products which contributes to sustainable and inclusive growth through rural development and poverty alleviation.
  8. Ajang pertemuan antara Pemimpin, Menteri Perdangan, dan Menteri Luar Negeri, untuk membahas isu bersama atau isu bilateral, termasuk berkoordinasi dengan kalangan dunia usaha.