Penandatanganan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (Indonesia-Chile CEPA)

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita bersama Menteri Luar Negeri Chile, Heraldo Muñoz menandatangani Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC-CEPA) di Kantor Kementerian Luar Negeri Chile di Santiago, Chile, Kamis (14/12). Setelah melewati enam putaran perundingan, perjanjian ini akhirnya berhasil diselesaikan pada pertengahan November 2017. Perjanjian ini merupakan perjanjian dagang pertama Indonesia dengan negara Amerika Latin. Untuk saat ini IC-CEPA masih mengatur perdagangan barang, namun setelah perjanjian ini berlaku maka kedua negara akan kembali membahas perdagangan jasa dan investasi.

Dengan penandatanganan IC-CEPA ini, hampir 90% dari seluruh pos tarif Chile akan 0% atau bebas bea masuk. IC-CEPA akan menghapus tarif bea masuk Chile menjadi 0% terhadap 7.669 pos tarif Chile, atau mencakup 94,5% dari nilai ekspor Indonesia ke Chile pada tahun 2016. Selain itu, Chile juga memberikan pengurangan tarif hingga 50% untuk 199 produk lainnya, atau setara dengan 6,1% nilai ekspor Indonesia ke Chile. Di sisi lain, IC-CEPA akan menghapus tarif bea masuk Indonesia menjadi 0% terhadap 9.308 pos tarif Indonesia, yang mewakili 93,1% ekspor Chile ke Indonesia. Bahkan, Indonesia juga memberikan pengurangan tarif sebesar 25-50% untuk 590 produk lainnya.

Beberapa produk Indonesia yang mendapat pengurangan tarif signifikan dalam IC-CEPA, antara lain otomotif, alas kaki, furnitur, perhiasan, minyak sawit dan turunannya, kertas, tekstil dan produk tekstil, produk perikanan, kopi, teh, ban, biofuel, serta peralatan militer. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo selaku Ketua Delegasi RI menyatakan, “Sebagai salah satu negara yang memiliki perjanjian dagang terbanyak di dunia, Chile merupakan negara ideal sebagai hub produk Indonesia di kawasan Amerika Latin”.

Selain penghapusan dan pengurangan tarif bea masuk, perjanjian ini mencakup hal terkait Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barriers to Trade (TBT). Terdapat sub komite SPS dan TBT yang akan menyelesaikan perbedaan teknis antara kedua pihak di kemudian hari. Selain itu, IC-CEPA mengatur ketentuan asal barang dan prosedur kepabeanan yang bertujuan menyederhanakan dan menyelaraskan prosedur kepabeanan. Perjanjian ini juga mencakup isu legal yang terdiri dari penyelesaian sengketa dan kerja sama.