Indonesia dan EFTA Menyelesaikan Perundingan Intersesi Indonesia-EFTA CEPA

Indonesia dan negara-negara anggota EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein) baru saja menyelesaikan perundingan intersesi Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-E CEPA) pada tanggal 10—12 Januari 2018 di Jakarta, Indonesia. Sebagaimana instruksi Presiden RI, Joko Widodo, Perundingan I-E CEPA merupakan salah satu percepatan perundingan yang ditargetkan selesai untuk meningkatkan ekspor sekaligus menarik investasi masuk ke Indonesia.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Duta Besar Soemadi DM Brotodiningrat dan di lain pihak delegasi EFTA dipimpin oleh Duta Besar Markus Schlagenhof. Pertemuan dihadiri oleh wakil dari berbagai instansi pemerintah kedua belah pihak. Isu-isu yang dirundingkan pada pertemuan tersebut antara lain adalah perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, bea cukai, dan fasilitasi perdagangan.

Agenda paling penting bagi kedua delegasi pada tahap ini adalah mencari faktor pendorong agar gambaran hasil perundingan semakin tampak di masing-masing delegasi. “Dalam setiap perundingan dagang pasti akan dicari titik temu keseimbangan antara permintaan kita dan penawaran mitra dagang. Dalam intersesi ini kami mencari titik tersebut. Pada pertemuan putaran ke-14 yang direncanakan akhir Februari 2018, diharapkan kedua delegasi mendapatkan gambaran lebih baik kesepakatan yang akan di dapat masing-masing”, kata Soemadi.

Terkait hal tersebut kedua delegasi diharapkan berupaya keras agar pada perundingan putaran 14 menunjukkan fleksibilitas di perundingan barang, jasa, investasi dan kerjasama ekonomi yang merupakan pilar penting dalam Indonesia-EFTA CEPA.