Buka Perundingan Putaran ke-21 RCEP-TNC, Mendag: Indonesia Dorong Percepatan Penyelesaian Perundingan RCEP

 

Yogyakarta, 6 Februari 2018 – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen mendukung percepatan penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di tahun 2018. Komitmen ini ditunjukkan Indonesia, salah satunya dengan menjadi tuan rumah putaran ke-21 pertemuan RCEP Trade Negotiating Committee (RCEP-TNC) yang berlangsung pada 2-9 Februari 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“RCEP merupakan perundingan prioritas untuk diselesaikan karena dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekspor dan investasi negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia,” tegas Mendag saat membuka pertemuan tersebut hari ini, Selasa (6/2) di Yogyakarta.

Implementasi RCEP akan menjadi salah satu blok perdagangan terbesar yang akan membuka akses pasar lebih luas, mempromosikan jaringan produksi secara global, dan meningkatkan rantai nilai dalam kawasan. Posisi Indonesia sebagai koordinator perundingan RCEP merupakan posisi yang strategis. Posisi ini memungkinkan Indonesia mendorong negara-negara peserta RCEP menyepakati strategi dan langkah-langkah penyelesaian perundingan RCEP.

Indonesia juga dapat mendorong terselesaikannya isu-isu penting yang selama ini menghambat kemajuan perundingan. “Jika kesepakatan ditandatangani tahun ini, implementasi dan manfaatnya akan dapat dirasakan pada tahun 2019. Maka kita harus segera capai kesepakatan agar RCEP semakin cepat dapat diimplementasikan,” ungkap Mendag Enggar.

Topik pembahasan dalam perundingan RCEP kali ini meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, isu menyangkut legalitas dan institusionalitas, serta rules of origin (ROO). Setiap topik akan dibahas dalam sebuah kelompok kerja (working group). Selain itu, terdapat juga rangkaian pertemuan bilateral.

Hasil pertemuan RCEP-TNC putaran ke-21 akan dibawa dalam Pertemuan Intersesi tingkat Menteri RCEP, pertengahan Maret 2018 mendatang di Singapura. Dari pertemuan tersebut, para menteri RCEP akan memberi arahan untuk percepatan penyelesaian perundingan dan membahas elemen-elemen.

Pada Konferensi Tingkat Tinggi RCEP di Manila, Filipina, 14 November 2017 lalu, kepala negara/pemerintahan memandatkan para menteri dan para anggota tim perunding untuk semakin mengintensifkan perundingan agar dapat mencapai kesepakatan di tahun 2018.

Sekilas RCEP

Perjanjian RCEP berusaha mengintegrasikan sepuluh negara anggota ASEAN dengan enam mitranya yaitu India, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru dalam sebuah skema perdagangan bebas.

“Tujuan diluncurkannya perundingan RCEP adalah untuk mencapai kesepakatan perjanjian perdagangan yang saling menguntungkan, memiliki kualitas yang baik, serta komprehensif antara 10 negara anggota ASEAN dan enam negara mitra free trade agreement (FTA) ASEAN,” ungkap Mendag Enggar.

Nilai produk domestik bruto (PDB) dalam RCEP diproyeksikan mencapai USD 100 triliun pada 2050. Pada tahun yang sama, RCEP akan mencakup 50% populasi dunia, 31% PDB dunia, 32% nilai ekspor dunia, 27% nilai impor dunia, dan 28% nilai investasi (Foreign Direct Investment/FDI) dunia.